Teknik Kimia di Mataku

Banyak orang susah memahami fungsi dan tujuan dari jurusan teknik kimia, kalau selesai lulusannya jadi apa. Kalau kita tanya ke banyak orang, kira-kira berapa persen orang bisa menggambarkan profil jurusan teknik kimia, atau profil lulusan Teknik Kimia. Berbeda kalau kalau kita tanya, lulusan kedokteran kira-kira jadi apa, maka orang awam pun bisa menjawab, jadi dokter. Terus kerjaan dokter apa, ya dengan mudah lagi dijawab nyembuhin orang.

Kita coba lagi dengan pertanyaan, kalau teknik sipil profilelulusannya kira-kira bagaimana. Kembali orang awampun bisa menjawab, kalau Teknik Sipil lulusannya nanti bisa rancang gedung-gedung, jalan raya, lapangan terbang, bendungan, jembatan dan lain-lain. Jawaban yang mendekati purpose teknik sipil itu dengan mudah meluncur dari mulut orang-orang awam.

Kebalikannya, kalau kita tanya kira-kira kalau lulus Teknik Kimia, profile lulusannya bisa apa ya ?, orang awam tak semudah itu bisa menjawab. Karena apa, yang berbau kata-kata kimia ada banyak, misalnya MIPA Kimia, FKIP kimia, belum lagi sedikit nyerempet ke Teknik Industri. Mau jelasin yang mana ? karena semuanya mirip-mirip. Inilah salah satu sebabnya, alasan sedikit orang yang paham jurusan teknik kimia yang sebenarnya jurusan yang paling luar biasa dibandingkan jurusan lain.

Untuk bisa lulus dan berkuliah di Teknik Kimia, salah satu syarat selain harus lulus SNMPTN, atau SBMPTN, atau UMB, calon mahasiswa tidak boleh buta warna, ini mirip dengan syarat kalau mau masuk kedokteran. Kok bisa begitu ? Ingat bidang ilmu teknik kimia tentu banyak bermain dengan bahan kimia, bahan kimia erat kaitannya dengan warna. Bahan-bahan kimia banyak dikenali dari warnanya, misalnya warna biru, itu biasanya adalah Cu, warna kuning, biasanya Sulfur, dan kalau mau lihat asam atau basa, digunakan kertas lakmus yang mewakili warna biru dan merah. Pipa-pipa di dalam pabrik juga dikenali isinya dari warna pipanya, misalnya kalau abu-abu atau perak berarti isinya air, kalau coklat isinya minyak, kalau kuning isinya gas dan lain-lain (standar BS 1710), kalau gak bisa mengenali warna, bisa bahaya nantinya.

Jadi apa sebenarnya perbedaan Teknik Kimia dengan MIPA kimia atau FKIP Kimia. Baik, mungkin secara sederhana bisa dijelaskan begini, seorang lulusan MIPA cenderung menjadi peneliti, melakukan percobaan-percobaan dalam skala laboratorium, seorang lulusan FKIP Kimia akan berprofesi sebagai guru kimia, mungkin di tingkat SMU. Teknik Kimia sendiri bagaimana ?. Lulusan teknik kimia disiapkan untuk menjadi seorang process engineer, dengan keahlian merancang proses pabrik-pabrik kimia. Contoh, jika lulusan FMIPA menemukan satu bahan baru yang berguna dari hasil penelitian skala labnya, tentu kalau diproduksi massal akan memberikan keuntungan yang besar. Untuk itu maka perlu dipilih peralatan proses yang diperlukan, agar bahan yang sebelumnya diproduksi kecil dalam skala laboratorium dapat diproduksi massal secara besar-besaran di dalam pabrik kimia yang beroperasi sepanjang tahun.

Ambil contoh, kalau pada skala lab, digunakan tabung-tabung reaksi, maka pada skala pabrik digunakan tangki-tangki yang besar. Kalau pada skala lab, bahan-bahan tadi dipindahkan dari satu tabung ke tabung yang lain cukup dengan menuangkan, maka pada skala pabrik perlu digunakan pipa-pipa dan pompa-pompa untuk mengalirkan dari satu tangki ke tangki yang lain dan seterusnya. Untuk memilih tangki-tangki, pipa-pipa perlu diperhitungkan juga bahan konstruksinya, agar tangki atau pipa-pipa tadi dapat digunakan dalam waktu yang lama tanpa terjadi korosi dan menyebabkan kebocoran hingga kecelakaan kerja pada pabrik tersebut, untuk itulah keberadaan seorang lulusan teknik kimia diperlukan

Lalu apa saja yang dipelajari di Teknik Kimia, pada tulisan lain mungkin sudah dijelaskan mata kuliah yang akan dipelajari di Teknik Kimia, tapi tidak apa-apa, saya akan jelaskan sekali lagi untuk melengkapi saja. Bayangkan, lulusan teknik kimia nanti, kalau di pabrik kimia yang sudah beroperasi sering disebut dengan “orang proses”, kalau lulusan teknik mesin disebut “orang mekanik” atau “orang piping”, kalau lulusan fisika instrument sering disebut dengan “orang-orang instrument”.

Lalu apa tanggung jawab “orang proses” ini ?. Kalau pada saat proses mendisain pabrik yang baru, maka dia bertanggung jawab merancang proses kimianya, atau disebut dengan merancang Process Flow Diagram (PFD), pada proses PFD ini dilakukan berbagai perhitungan yang disebut dengan perhitungan neraca massa dan neraca energi, dilanjutkan dengan pemilihan alat prosesnya,  serta perhitungan ekonomi tekniknya, untuk menguji apakah pabrik layak dibangun ke tahap berikutnya. Setelah itu, pabrik dapat dicoba disimulasikan dalam kondisi dinamik dengan melengkapi PFD tadi dengan peralatan kontrol utama. Bila model pabrik ini dalam simulasi sudah stabil, maka perlu dilakukan pembuatan Piping &Instrumentation Diagram (P&ID). Seorang process engineer harus mampu membuat P&ID dari PFD dynamic rancangan sebelumnya.

Rancangan P&ID hasil kerjaan process engineer ini masih perlu disesuaikan lagi, proses penyesuaian ini terbagi dua, kalau untuk menyesuaikan sistem instrumentasi dan kontrol, akan dilakukan oleh orang-orang instrument, dan untuk sistem perpipaannya akan dikerjakan oleh orang-orang piping/mekanik. Biasanya rapat dan diskusi untuk penyempurnaan ini dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh P&ID yang sudah baik dan aman. Finalisasi rancangan P&ID ini akan dilakukan kembali oleh orang-orang proses. Kenapa demikian, karena orang-orang proses inilah yang paling tahu situasi sebenarnya, terutama tentang kondisi operasi seluruh peralatan pabrik yang digunakan.

Setelah P&ID selesai dikerjakan maka proses selanjutnya adalah membangun model konstruksi pabrik (Plot Plan) untuk menyempurnakan sistem perpipaan dan instrumentasinya. Bagian ini dikerjakan oleh orang-orang mekanik dan instrumentasi. Bila model plotplant sudah selesai, dilakukan stress analyzing pada jaringan pipa, masih dikerjakan oleh orang-orang piping. Apabila seluruh proses sudah selesai dilakukan, maka rancangan tadi dikembalikan kepada orang-orang proses, untuk  selanjutnya dilakukan presentasi rancangan ini di depan para pemodal. Begitulah kurang lebih peran lulusan teknik kimia dalam perancangan pabrik kimia yang akan dibangun.

Bagaimana dengan peran orang-orang teknik kimia pada pabrik yang sedang beroperasi. Tentu saja pada pabrik kimia, peran orang-orang proses (teknik kimia) sangat penting, disamping dasarnya mereka adalah perancang pabrik kimia, mereka bertanggung jawab atas jalannya proses produksi pabrik, dibantu oleh bidang-bidang lain.

Pengambil keputusan di pabrik kimia, misalnya kapan pabrik harus dihentikan pengoperasiannya bila terjadi trouble, atau apakah pabrik harus segera diservice, atau macam-macam problem yang muncul pada saat pabrik beroperasi merupakan tanggung jawab orang proses (process engineer). Seorang process engineer dianggap paling tahu dan paling bertanggung jawab pada jalannya proses produksi.

Demikian besar peran dan tanggung jawab seorang process engineer, lalu apa saja yang dipelajari selama kuliah. Di sinilah uniknya teknik kimia, kalau dihitung-hitung maka kuliah di teknik kimia tentu terlihat sangat berat, bayangkan, lulusannya harus mampu merancang pabrik kimia. Segala aspek harus diperhitungkan bila kita membuat rancangan sebuah pabrik kimia.

Sebuah rancangan pabrik kimia, haruslah aman dari kecelakaan kerja dan kebersihan limbah, untuk itu MK yang terkait adalah keselamatan kerja, pengendalian proses, instrumentasi proses, utilitas, teknologi buangan industri.

Sebuah rancangan pabrik kimia haruslah menguntungkan, hal ini untuk menarik minat investor agar mau mendanai pembangunan pabrik, untuk itu mata kuliah yang terkait adalah Ekonomi Teknik dan Manajemen Project.

Proses reaksi yang berlangsung harus benar, untuk itu mata kuliah yang terkait adalah neraca massa dan energi, pengantar teknik kimia, reaktor kimia, kimia analisa, kimia organik, kinetika katalisa.

Bahan-bahan kimia yang terlibat akan mengalami proses penguapan, pengembunan, atau peleburan, hitung-hitungan ini terkait dengan mata kuliah Thermodinamika dan kimia fisika.

Proses yang berlangsung di teknik kimia tidak hanya proses dengan bahan-bahan mati, tapi juga dengan bahan-bahan hidup, materi kuliah yang terkait dengan ini adalah mikrobiologi teknik. Materi ini berkaitan dengan macam-macam proses produksi yang melibatkan mikroba, misalnya fermentasi dan lain-lain.

Seorang process engineer juga harus mengenal macam-macam proses produksi yang ada di dunia, mata kuliah terkait adalah proses industri kimia, teknologi pupuk, teknologi semen, teknologi bahan makanan, teknolgi membran.

Seorang process engineer juga harus mengerti dan trampil dalam menggambar alat proses, merancang proses secara computerize,  mata kuliah terkait adalah analisa numerik dan pemrograman komputer, aplikasi komputasi proses, dan menggambar teknik.

Seorang process engineer juga harus memahami proses perkaratan, ilmu ini dapat digunakan untuk memperhitungkan usia pabrik, maupun untuk merancang pabrik yang bisa bertahan lama, mata kuliah yang terkait dengan ini adalah teknologi pengendalian korosi.

Pada saat reaksi sudah atau belum berlangsung, maka ada proses persiapan bahan baku, proses-proses pemisahan, untuk itu mata kuliah yang terkait adalah mata kuliah fenomena perpindahan, perpindahan panas, perancangan alat-alat proses dan lain-lain.

Agar mengerti proses dasar produksi bahan, beberapa praktikum harus dilalui oleh seorang calon process engineer, praktikum kimia analisa, praktikum kimia organik, praktikum fisika dasar, praktikum

Bagaimana dengan lulusan teknik kimia ini dalam hal peluang kerja dan gajinya kira-kira berapa. Melihat banyaknya ilmu yang dikuasasi seorang process engineer, dapat ditebak lapangan kerja yang bisa dimasukinya hampir tidak terbatas. Setiap ilmu yang dipelajarinya dapat menjadi satu profesi yang menjanjikan. Mengingat sedikitnya orang yang mengambil jurusan ini sebagai pilihan, maka lulusan teknik kimia tergolong langka di dunia. Hal ini tentu berpengaruh pada gaji yang akan diterima seorang process engineer.

Tidak selalu harus berada di dalam pabrik, banyak lulusan teknik kimia yang memasuki perbankan, kenapa ? karena untuk hitung menghitung, memprediksi suatu bisnis apakah mengungtungkan atau tidak, lulusan teknik kimia sudah dibekali dengan keterampilan yang mumpuni, melalui mata kuliah ekonomi teknik dan manajemen proyek. Perhitung di teknik kimia, jauh lebih rumit dari pada perhitungan ekonomi, di teknik kimia ada neraca massa dan neraca energi, perhitungannya skala atom dan molekul, bandingkan dengan hitungan ekonomi. Dapat dibayangkan, betapa mudahnya seorang lulusan teknik kimia dalam melakukan perhitungan-perhitungan rumit.

Wah kalau mau dikaji lebih jauh lagi, tidak sanggup untuk menulis, berapa hebatnya kemampuan seorang lulusan teknik kimia, yang tentu saja selama kuliah memang belajar dengan baik dan memahami setiap mata kuliah yang telah diambil.

Dari sisi cinta tanah air, semakin banyak lulusan teknik kimia, semakin pesat pembangunan industri kimia di Indonesia. Bayangkan begitu banyak lulusan yang mampu membangun pabrik di daerahnya, pernah disampaikan bahwa bila 1 pabrik besar dibangun di satu daerah, maka uang yang akan berputar disekitar pabrik tersebut hampir 30 milyar perbulan. Pada saat pabrik sedang dibangun, hampir semua bidang ilmu akan terlibat misalnya Teknik Sipil, untuk pembangunan fisik, landasan pabrik, perumahan karyawan dan lain-lain. Teknik mesin, dilibatkan dalam pembangunan dan pemasangan konstruksi pabrik, Fisika instrument untuk pemasangan alat kontrol dan instrumentasi, teknik elektro, untuk pemasangan sistem pelistrikan pabrik maunpun kompleks perumahan karyawan dan lain-lain. Hasil kerja lulusan teknik kimia dapat menciptakan lapangan kerja yang luas untuk satu wilayah pabrik.

Demikian saja barangkali yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya untuk semua yang berminat dibidang teknik kimia.

 

Penulis:  Nasrul Za, ST., MT

Dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknik

Universitas Malikussaleh.

Bagikan ke teman-teman:

admin

Seorang pegiat sosial media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *